Selasa, 18 November 2014

TUGAS 9: ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA PADA KAIN RENTANG DAN PAPAN NAMA


Nama                          :Sri Asih
Npm                            :126211362
Kelas                           :5c


A. KESALAHAN PADA PAPAN NAMA
1.    Kesalahan penambahan fonem /t/ pada penulisan kos dan kost
Awal tahun 2000, kos ditulis kost sebagai kependekan dari in the kost dari bahasa Belanda yang lalu diindonesiakan menjadi indekos definisinya tinggal di rumah orang lain dgn atau tanpa makan (dgn membayar setiap bulan); memondok (KBBI 2008: 531). Sedangkan kost dalam bahasa Indonesia yang baku tidak memiliki arti. 


2.    Kesalahan perubahan fonem vokal /e/ dilafalkan menjadi /i/ pada penulisan Apotek dan Apotik.
Pada papan nama di bawah terdapat kesalahan tataran fonologi pada kata apotik. Kata apotik adalah bentuk dasar apotek. Apotek adalah kata serapan yang berasal dari bahasa Inggris yaitu pharmacy yang kemudian ditulis apotek pada bahasa Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:82) apotek /apoték/ n toko tempat meramu dan menjual obat berdasarkan resep dokter serta memperdagangkan barang medis; rumah obat.
Jadi, pada gambar di atas penulisan apotik merupakan salah, karena tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia. Kata yang lebih tepat digunakan dan sesuai dengan makna yang ada dalam Depdiknas adalah kata apotek.

 
3. Kesalahan perubahan fonem vokal /a/ dilafalkan menjadi /e/
                 Pada penulisan papan nama di bawah telah terjadi kesalahan pada penulisan masjid dan mesjid. Mas·jid n rumah atau bangunan tempat bersembahyang orang Islam: setiap Jumat dilakukan salat bersama di --;(Kamus Besar Bahasa Indonesia 2008:883) . sedangkan kata Mesjid tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia.






B. KESALAHAN PADA KAIN RENTANG
1. Pembentukan deret vokal /oe/ dari vokal /u/
Kesalahan pada kain rentang di atas yaitu pada tataran fonologi pada kata WAROENG, /waroeng/. Kata WAROENG, /waroeng/ bentuk dasarnya adalahwarung. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:1557) menyatakan warung n tempat menjual makanan, minuman, kelontong, dsb; kedai; lepau: ia makan di -- itu;
Kesalahan tataran fonologi pada pembentukan deret vokal /oe/ dari vokal /u/  pada kata waroeng adalah salah, karena tidak ada maknanya dalam Depdiknas. Deret vokal /oe/ yang ada pada kata waroeng sebaiknya menjadi fonem vokal /u/ pada kata warung. Jadi, kata yang lebih tepat untuk digunakan adalah warung, tanpa menambahkan fonem lain dan penulisannya juga harus sesuai dengan makna dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam penulisan kain rentang tersebut.






2. Kesalahan pada penulisan preposisi di,
                 Dalam tata bahasa Indonesia, di adalah preposisi (kata depan), dan di- adalah juga prefiks (imbuhan yang ditempatkan di awal kata dasar, atau awalan). Sebagai preposisi, di berfungsi untuk menandai tempat; di dituliskan terpisah dari kata yang mengikutinya. Jadi pada penulisan dijual di bawah seharusnya digabung.





DAFTAR PUSTAKA

Pusat Bahasa Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Keempat). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Setyawati, Nanik. 2010. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia: Teori dan Praktik. Cetakan Kedua. Surakarta: Yuma Pustaka.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar