Nama :Sri Asih
Npm :126211362
Kelas 5c
1.
Penghilangan
fonem konsonan /h/
Pada
penulisan kata ijo pada bungkus
makanan di bawah ini salah karena penulisannya menghilangkan fonem tertentu
yaitu fonem /h/ pada kata kacang ijo,
seharusnya penulisan kata yang benar adalah kacang hijau. Kata ijo
pada bahasa Indonesia yang baku tidak memiliki warna.Sedangkan kata yang
sebenarnya yaitu Hijau 1 n memiliki arti warna dasar yang serupa dengan
warna daun (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2008:498).


2.. Penghilangan
fonem vokal /a/
Pada penulisan kata PizzABC di bawah ini
salah karena penulisannya menghilangkan fonem /a/ pada kata pizz,
seharusnya penulisan kata yang baku adalah pizza.
Kata pizz pada bahasa Indonesia yang
baku tidak memiliki arti sedangkan pizza
adalah sejenis roti bundar, pipih yang dipanggang di oven dan biasanya dilumuri
saus tomat serta keju dengan bahan makanan tambahan lainnya yang bisa dipilih (Kamus Besar
Bahasa Indonesia 2008: 1083).
Pada penulisan kata Baso pada bungkus
makanan di bawah ini salah karena menghilangkan fonem konsonan /k/ pada kata Baso,
seharusnya penulisan kata yang baku adalah Bakso.
Kata Baso pada bahasa Indonesia yang
baku tidak memiliki arti sedangkan Bakso
adalah makanan terbuat dari daging, udang, ikan, yang dicincang dan dilumatkan
besama tepung kanji dan putih telur, biasanya dibentuk bulat-bulat (Kamus Besar
Bahasa Indonesia 2008: 122).
4.
Penambahan
fonem vokal /e/
Pada penulisan kata mie di bawah ini salah karena menambahkan fonem vokal /e/ pada kata Mie, seharusnya penulisan kata yang baku adalah
Mi. Kata mie pada bahasa Indonesia yang baku tidak
memiliki arti sedangkan Mi adalah
makanan dari tepung terigu, bentuk seperti tali, biasanya dimasak dengan cara
dogoreng atau direbus, diberi daging, udang, sayuran, bumbu, dsb. (Kamus Besar
Bahasa Indonesia 2008: 912).
5.
Penghilangan
fonem vokal /e/
Pada penulisan kata coklat di bawah ini salah karena menghilangkan fonem vokal /e/ pada kata coklat, seharusnya penulisan kata yang baku adalah
cokelat. Kata coklat pada bahasa Indonesia yang baku tidak
memiliki arti sedangkan cokelat
adalah pohon yang termasuk jenis tanaman daerah panas, berbunga dan berbuah
sepanjang tahun, buahnya berwarna ungu atau kuning bergantungan pada batang
yang besar, bentuknya lonjong, biasanya diolah menjadi bubuk atau kristal,
dibuat minuman atau makanan lezat lain (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2008: 272).
6.
Penambahan
Fonem Vokal /a/
Pada gambar di samping telah terjadi kesalahan pelafalan dalam bungkus
makanan yaitu kata “sedap” menjadi “sedaap”. Hal ini menunjukkan
bahwa adanya penambahan pada vokal /a/ pada kata sedap. Kata sedaap dalam bahasa Indonesia yang baku
tidak memiliki arti sedangkan sedap adalah
enak, lezat; masakan yang dihidangkan. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:1237)
yaitu kata sedap bukan sedaap.
7. Perubahan fonem vokal /u/
Pada penulisan kata keropok di bawah ini salah karena menghilangkan fonem vokal /u/ pada kata keropok seharusnya penulisan kata yang baku adalah kerupuk. Kata keropok adalah 1 tidak
ada isisnya; kosong; 2 berlubang-lubang karena lapuk dimakan rayap, dalam kamus
Besar Bahasa Indonesia (2008:684). Sedangkan kerupuk artinya makanan yang dibuat dari adonan tepung dicampur dengan lumatan udang atau
ikan, setelah dikukus disayat-sayat tipis atau dibentuk dengan alat cetak, dijemur agar mudah
digoreng (KBBI 2008:686).
8.
Penambahan fonem /t/
Pada
gambar
di bawah terdapat
kesalahan pelafalan karena
penambahan fonem konsonan /t/. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia
( 2008: 540)
kata instan a langsung (
tanpa dimasak lama) dapat diminum atau dimakan ( tt mi, sup, kopi, susu bubuk):
susu--, susu yang begitu dicampur dng gula dan air (panas atau hangat) langsung
dapat diminum.
Jadi
kata instant di atas maknanya benar
seperti pada KBBI. Dalam kaidah Bahasa Indonesia kata instant merupakan salah, karena menambahkan fonem konsonan /t/ pada
instant. Jika dibakukan cukup ditulis dengan instan tanpa menambahkan fonem lain.
DAFTAR
PUSTAKA
Pusat Bahasa
Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa
Indonesia (Edisi Keempat). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Setyawati, Nanik.
21. Analisis Kesalahan Berbahasa
Indonesia: Teori dan Praktik.
Cetakan Kedua. Surakarta: Yuma Pustaka.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar