Minggu, 16 November 2014

Tugas 1: Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Fonologi pada Bungkus Makana


Nama :Sri Asih
Npm :126211362
Kelas 5c

1.    Penghilangan fonem konsonan /h/
          Pada penulisan kata ijo pada bungkus makanan di bawah ini salah karena penulisannya menghilangkan fonem tertentu yaitu fonem /h/ pada kata kacang ijo, seharusnya penulisan kata yang benar adalah kacang hijau. Kata ijo pada bahasa Indonesia yang baku tidak memiliki warna.Sedangkan kata yang sebenarnya yaitu Hijau 1 n memiliki arti warna dasar yang serupa dengan warna daun (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2008:498).

































 2..    Penghilangan fonem vokal /a/
   Pada penulisan kata PizzABC di bawah ini salah karena penulisannya menghilangkan fonem /a/ pada kata pizz, seharusnya penulisan kata yang baku adalah pizza. Kata pizz pada bahasa Indonesia yang baku tidak memiliki arti sedangkan pizza adalah sejenis roti bundar, pipih yang dipanggang di oven dan biasanya dilumuri saus tomat serta keju dengan bahan makanan tambahan lainnya yang bisa dipilih (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2008: 1083).
 
























3.   Penghilangan fonem konsonan /k/
          Pada penulisan kata Baso pada bungkus makanan di bawah ini salah  karena menghilangkan fonem konsonan /k/ pada kata Baso, seharusnya penulisan kata yang baku adalah Bakso. Kata Baso pada bahasa Indonesia yang baku tidak memiliki arti sedangkan Bakso adalah makanan terbuat dari daging, udang, ikan, yang dicincang dan dilumatkan besama tepung kanji dan putih telur, biasanya dibentuk bulat-bulat (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2008: 122).

 

















 













 
4.    Penambahan fonem vokal /e/
          Pada penulisan kata mie di bawah ini salah karena menambahkan fonem vokal /e/ pada kata Mie, seharusnya penulisan kata yang baku adalah Mi. Kata mie pada bahasa Indonesia yang baku tidak memiliki arti sedangkan Mi adalah makanan dari tepung terigu, bentuk seperti tali, biasanya dimasak dengan cara dogoreng atau direbus, diberi daging, udang, sayuran, bumbu, dsb. (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2008: 912).

 









































5.    Penghilangan fonem vokal /e/
          Pada penulisan kata coklat di bawah ini salah karena menghilangkan fonem vokal /e/ pada kata coklat, seharusnya penulisan kata yang baku adalah cokelat. Kata coklat pada bahasa Indonesia yang baku tidak memiliki arti sedangkan cokelat adalah pohon yang termasuk jenis tanaman daerah panas, berbunga dan berbuah sepanjang tahun, buahnya berwarna ungu atau kuning bergantungan pada batang yang besar, bentuknya lonjong, biasanya diolah menjadi bubuk atau kristal, dibuat minuman atau makanan lezat lain (Kamus Besar Bahasa Indonesia 2008: 272).

 

































6.    Penambahan Fonem Vokal /a/
Pada gambar di samping telah terjadi kesalahan pelafalan dalam bungkus makanan yaitu kata “sedap” menjadi “sedaap”. Hal ini menunjukkan bahwa adanya penambahan pada vokal /a/ pada kata sedap. Kata sedaap dalam bahasa Indonesia yang baku tidak memiliki arti sedangkan sedap adalah enak, lezat; masakan yang dihidangkan. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:1237) yaitu kata sedap bukan sedaap.



7.   Perubahan fonem vokal /u/
Pada penulisan kata keropok di bawah ini salah karena menghilangkan fonem vokal /u/ pada kata keropok seharusnya penulisan kata yang baku adalah kerupuk. Kata keropok adalah 1 tidak ada isisnya; kosong; 2 berlubang-lubang karena lapuk dimakan rayap, dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:684). Sedangkan kerupuk artinya makanan yang dibuat dari adonan tepung dicampur dengan lumatan udang atau ikan, setelah dikukus disayat-sayat tipis atau dibentuk dengan alat cetak, dijemur agar mudah digoreng (KBBI 2008:686).

 




































8.    Penambahan fonem /t/
          Pada gambar di bawah terdapat kesalahan pelafalan karena penambahan fonem konsonan /t/. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 2008: 540) kata instan a langsung         ( tanpa dimasak lama) dapat diminum atau dimakan ( tt mi, sup, kopi, susu bubuk): susu--, susu yang begitu dicampur dng gula dan air (panas atau hangat) langsung dapat diminum.
          Jadi kata instant di atas maknanya benar seperti pada KBBI. Dalam kaidah Bahasa Indonesia kata instant merupakan salah, karena menambahkan fonem konsonan /t/ pada instant. Jika dibakukan cukup ditulis dengan instan tanpa menambahkan fonem lain.
  





























DAFTAR PUSTAKA

Pusat Bahasa Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Keempat). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Setyawati, Nanik. 21. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia: Teori dan Praktik. Cetakan Kedua. Surakarta: Yuma Pustaka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar