Minggu, 16 November 2014

Tugas 2: Analisis Kesalahan Berbahasa Tataran Morfologi Majalah Sagang


Nama   :Sri Asih
Npm    :126211362
kelas    : 5C




A. Penghilangan Prefiks ber-
1.    Majalah Sagang nomor 90 edisi Maret 2006, pada halaman 9 dengan judul Seniman dan Kontrol Kekuasaan.
Bentuk Tidak Baku
  •  Iwan tak pernah henti menyuarakan kejujuran lewat lagu-lagunya.
Analisis:
Dari kalimat di atas terjadi kesalahan karena kata tak bukan bentuk baku, jadi bentuk bakunya adalah tidak. Selanjutnya telah terjadi kesalahan karena telah menghilangkan prefiks ber- yang seharusnya ada pada kata henti. Kata henti pada kalimat di atas merupakan kata dasar yang menduduki predikat pada kalimat. Sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baku, dalam kalimat tersebut harus dieksplisitkan prefiks ber- yaitu menjadi berhenti.

Bentuk Baku
  •  Iwan tidak pernah berhenti menyuarakan kejujuran lewat lagu-lagunya.
  


2.    Majalah Sagang halam 14 dengan judul Tujuh Pagi
Bentuk Tidak Baku
  •  Aku mencoba belajar dari situasi itu dengan pindah di ruang bawah.
Analisis:
Dari kalimat di atas telah terjadi kesalahan karena telah menghilangkan prefiks ber- yang seharusnya ada pada kata pindah. Kata pindah pada kalimat di atas merupakan kata dasar yang menduduki predikat pada kalimat. Sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baku, dalam kalimat tersebut harus dieksplisitkan prefiks ber- yaitu menjadi berpindah.

Bentuk Baku
  •  Aku mencoba belajar dari situasi itu dengan berpindah di ruang bawah. 



 
B. Penyingkatan Morf meN-
1.    Majalah Sagang pada halaman 31 dengan judul Pengorbanan
Bentuk Tidak Baku
  •  Eko minta bantuan kepada temannya yang punya kendaraan.
Analisis:
Dari kalimat di atas telah terjadi kesalahan karena telah menghilangkan prefik meN- yang seharusnya ada pada kata minta. Kata minta pada kalimat di atas merupakan kata dasar yang menduduki predikat pada kalimat. Sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baku, dalam kalimat tersebut harus dieksplisitkan prefiks meN- yaitu menjadi meminta. Sehingga kalimatnya menjadi:

Bentuk Baku
  • Eko meminta bantuan kepada temannya yang punya kendaraan.

 





C. Penggunaan Prefiks ke-
1.    Majalah Sagang pada halaman 46 dengan judul Cermin Tinta
Bentuk Tidak Baku
  •  Si Perintih ketawa, lalu setelah itu ia bersumpah mengatakan ia mempertaruhkan kepala sendiri dengan kesalahannya, jika memang ia bersalah.
Analisis:
Bentukan kata ketawa pada kalimat di atas merupakan bentuk kata yang tidak baku. Kesalahan tersebut terjadi karena kekurang cermatan dalam memilih prefiks yang tepat. Pada umumnya dikarenakan dipengaruhi oleh bahasa daerah (Jawa atau Sunda). Bentukan yang baku dalam bahasa Indonesia adalah menggunakan prefiks ter-, sehingga menjadi seperti diucapkan atau dituliskan pada kalimat berikut ini:

Bentuk Baku
  •  Si Perintih tertawa, lalu setelah itu ia bersumpah mengatakan ia mempertaruhkan kepala sendiri dengan kesalahannya, jika memang ia bersalah.










DAFTAR PUSTAKA

Setyawati, Nanik. 21. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia: Teori dan Praktik. Cetakan Kedua. Surakarta: Yuma Pustaka.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar