Nama :Sri Asih
Npm :126211362
Kelas :5c
A. KESALAHAN PADA
PAPAN NAMA
1.
Kesalahan penambahan
fonem /t/ pada penulisan
kos dan kost
Awal tahun
2000, kos ditulis kost sebagai
kependekan dari in the kost dari bahasa Belanda yang lalu diindonesiakan
menjadi indekos definisinya tinggal di rumah
orang
lain dgn atau tanpa makan (dgn
membayar
setiap bulan);
memondok (KBBI
2008: 531). Sedangkan kost dalam bahasa Indonesia yang baku tidak memiliki arti.
2.
Kesalahan perubahan fonem vokal /e/ dilafalkan menjadi
/i/ pada penulisan Apotek dan Apotik.
Pada papan nama di bawah terdapat kesalahan tataran fonologi
pada kata apotik. Kata apotik adalah bentuk dasar apotek.
Apotek adalah kata serapan yang berasal dari bahasa Inggris yaitu pharmacy yang
kemudian ditulis apotek pada bahasa Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:82) apotek /apoték/ n toko tempat meramu
dan menjual obat berdasarkan resep dokter serta memperdagangkan barang medis;
rumah obat.
Jadi, pada gambar di atas penulisan apotik merupakan
salah, karena tidak sesuai kaidah bahasa Indonesia. Kata yang lebih tepat
digunakan dan sesuai dengan makna yang ada dalam Depdiknas adalah kata apotek.
3. Kesalahan perubahan fonem vokal /a/
dilafalkan menjadi /e/
Pada penulisan papan nama di bawah telah
terjadi kesalahan pada penulisan masjid dan mesjid. Mas·jid n
rumah atau bangunan tempat bersembahyang orang Islam: setiap
Jumat dilakukan salat bersama di --;(Kamus Besar Bahasa
Indonesia 2008:883) . sedangkan kata Mesjid tidak sesuai
kaidah bahasa Indonesia.
B. KESALAHAN PADA KAIN RENTANG
1. Pembentukan
deret vokal /oe/ dari vokal /u/
Kesalahan
pada kain rentang di atas yaitu pada tataran fonologi pada kata WAROENG, /waroeng/.
Kata WAROENG, /waroeng/ bentuk dasarnya adalahwarung. Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008:1557) menyatakan warung n
tempat menjual makanan, minuman, kelontong, dsb; kedai; lepau: ia makan di
-- itu;
Kesalahan
tataran fonologi pada pembentukan deret vokal /oe/ dari vokal /u/ pada
kata waroeng adalah salah, karena tidak ada maknanya dalam Depdiknas.
Deret vokal /oe/ yang ada pada kata waroeng sebaiknya menjadi fonem
vokal /u/ pada kata warung. Jadi, kata yang lebih tepat untuk digunakan
adalah warung, tanpa menambahkan fonem lain dan penulisannya juga harus
sesuai dengan makna dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam penulisan kain
rentang tersebut.
2. Kesalahan pada penulisan preposisi di,
Dalam tata bahasa Indonesia, di
adalah preposisi (kata depan), dan di-
adalah juga prefiks (imbuhan yang ditempatkan di awal kata dasar, atau awalan).
Sebagai preposisi, di berfungsi untuk
menandai tempat; di
dituliskan terpisah dari kata yang mengikutinya. Jadi pada penulisan dijual di bawah seharusnya digabung.
DAFTAR PUSTAKA
Pusat
Bahasa Depdiknas. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi Keempat).
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Setyawati,
Nanik. 2010. Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia: Teori dan Praktik.
Cetakan Kedua. Surakarta: Yuma Pustaka.






