Minggu, 16 Februari 2014

Verba Bahasa Daerah



TUGAS MORFOLOGI BAHASA INDONESIA LANJUT

  Disusun Oleh:
NAMA           :SRI ASIH
NPM               :126211362
KELAS          :4C     



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2014



1.      Tulislah 10 kalimat yang menyatakan proses.
Jawab:
1.      Kucing iku modar wingi (kucing itu mati kemarin)
Kata modar memiliki makna inheren karena sebelum kucing itu mati dia hidup. Maka dari itu verba modar memiliki makna proses.
2.      Yuli lagi sinau (Yuli sedang belajar).
3.        Bocah sing nganggo kaos abang lagi nangis (Anak yang pakai baju merah sedang menangis).
4.        Doni lagi dolan (Doni sedang bermain).
5.        Ani lagi ngasahi piring (Ani sedang mencuci piring).
6.        Karti lagi ngumbahi sandhangane ing kali (karti sedang mencuci pakaiannya di sungai).
7.        Pitike jono lagi ngendhog (Ayamnya Jono sedang bertelur).
8.        Pak Tarno lagi nandur pari neng sawah (Pak Tarno sedang menanam padi di sawah).
9.        Adik lagi ados (Adik sedang mandi).
10.    Bom seng lagi di jinakke tim satuan gegana iku akhire bledak (bom yang sedang dijinakkan tim satuan gegana itu akhirnya meledak).
Kata yang bertuliskan miring diatas menyatakan suatu proses karena disitu terdapat kata sedang, maksud dari sedang disini adalah sesuatu yang sedang berlangsung maka dari itu disebut suatu proses.


2.       Tulislah 10 kalimat yang menyatakan keadaan.
Jawab:
1.        Cuaca isuk iki adem tenan (cuaca pagi ini sangat dingin)
2.        Maling kui melayu (pencuri itu lari)
3.        Ndek e keturon neng njero mobil (dia tertidur di dalam mobil)
4.        Bocah iku teraniaya karo mbok tirine (anak itu teraniaya oleh ibu tirinya)
5.        Omah iku kebakar isuk mau (rumah itu terbakar tadi pagi)
6.        Iwak paus terdampar neng tepi segoro (ikan paus terdampar di tepi pantai)
7.        Ora kabeh uwong negoro asing seneng karo masakane Indonesia (tidak semua orang negara asing suka terhadap masakan Indonesia)
8.        Omahe ribut kerendem banjer (rumah ribut terendam banjir)
9.        Ani saiki mundhak lemu (Ani sekarang semakin gemuk)
10.    Mbahe idan membengi matek (neneknya idan tadi malam meninggal)
Kata yang tertuliskan miring diatas memiliki makna keadaan karena mengacu pada situasi tertentu.

3.        Tuliskan 10 kalimat yang menyatakan perbuatan.
Jawab:
1.        Adik dolan neng taman (adik bermain di taman).
Kata dolan memiliki makna perbuatan karena kata dolan bermakna sedang melakukan pekerjaan.
2.        Andre melayu ngejar bal (andre lari mengejar bola).
Kata melayu memiliki makna perbuatan karena kata melayu bermakna sedang melakukan tindakan.
3.        Bejo keturon neng njero kamar (Bejo tertidur di dalam kamar).
Kata keturon memiliki makna perbuatan karena kata keturon bermakna sedang melakukan tindakan.
4.        Okeh uwong seng ndelok kejadian iku (banyak orang yang melihat kejadian itu).
Kata ndelok memiliki makna perbuatan karena kata ndelok bermakna sedang melakukan tindakan.
5.        Gambar iku ora enak ditatap mripat (gambar itu tidak enak ditatap mata).
6.        Dolanan adu domba weduh arep segera dimulai (permainan adu domba kambing akan segera dimulai)
7.        Nyelengi mujudake pakulinan kang becik (menabung merupakan kebiasaan yang baik)
8.        Moco kui iso isoh jembarake kawruh (membaca itu dapat memperluas pengetahuan)
9.        mboke masak neng pawon (ibu memasak di dapur)
10.    kucing karo kirik iku tukaran (kucing sama anjing itu bertengkar)
Kata yang tertuliskan miring diatas memiliki makna perbuatan karena kata tersebut bermakna sedang melakukan pekerjaan.

4.        Buatlah 5 contoh kalimat ekatransitif
Jawab:
1.        Karto tuku sepatu neng toko bagus
1.        Karno mboco koran
2.        Yuli njiwet Juli
3.        Ndek e mbrangkatno sepor iku terlalu cepet
4.        Polisi iku ngejari tersongko
Predikat dalam kalimat aktif ekatransitif adalah tuku, mboco, njiwet, mbangkatno, dan ngejari. Di depan predikat berdiri subjek dan di belakang predikat adalah objek dan kadang-kadang muncul keterangan seperti contoh nomor 1.

5.         Buatlah 5 contoh kalimat dwitransitif
Jawab:
1.    Bero lagi golekke adik e kerjaan
2.    Adi nukokke Nanik laptop neng Abon Komputer
3.    Ndek e njeluk koe si gundul
4.    Mbok ngirimi kito duet ben bulan
5.    Aku mesti nukokke adikku kado ulang tahun
Predikat dalam kalimat di atas adalah lagi golekke, nukokke, njeluk, ngirimi, mesti nukokke. Objek nya (adik e, Nanik, Koe, kito, adikku), dan pelengkapnya (kerjaan, laptop neng abon komputer, si gundul, duet ben bulan dan kado ulang tahun).

6.        Buatlah 5 contoh kalimat taktransitif
Jawab:
1.    Bu RT lagi belonjo
2.    Pak arip urung teko
3.    Adik lagi ados
4.    Amat mesti kerjo keras nggo nguripi dulure
5.    Petani neng daerah iku nandur semongko
Verba belonjo, teko, ados, kerjo pada contoh diatas adalah verba taktransitif karena tidak dapat diikuti nomina. Sementara itu, verba nandur memang diikutioleh nomina semongko tetapi nomina itu bukanlah objek sehingga tidak dapat menjadi subjek jika menjadi kalimat pasif. Oleh karena itu, nandur disebut verba taktransitif, sedangkan semongko berfungsi sebagai pelengkap.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar